Petani Tembakau Tuntut Minyak Tanah Omprongan

Puluhan petani tembakau berunjukrasa di Kantor Gubernur NTB menuntut pemerintah mencari solusi kekurangan minyak tanah omprongan tembakau. Aksi puluhan petani tembakau Senin (6/7) ingin bertatap muka dengan Gubernur NTB untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan minyak tanah omprongan. Langkah ini terpaksa dilakukan oleh para petani karena hingga kini sebagian besar petani tembakau tidak bisa melakukan kegiatan pengovenan tembakau karena belum mendapatkan minyak tanah. Padahal,musim panen sudah tiba dan tembakau sudah harus dioven.
Namun niat tulus para petani untuk menyampaikan aspirasinya tidak terpenuhi karena tidak dapat bertemu langsung dengan Gubernur yang mana saat itu sedang menghadiri pertemuan dengan Presiden RI di Senggigi.
Dalam aksi tersebut beberapa petani secara bergantian melakukan orasinya yang mana meminta kepada pemerintah agar bisa memperhatikan para petani dengan cara melakukan penekanan terhadap pihak penyalur minyak omprongan.
Dalam aksi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut selain sempat membuat arus kendaraan yang melewati depan kantor gubernur tersebut berjalan secara merayap, akan tetapi tidak sempat terjadi kemacetan karena kewaspadaan aparat kepolisian mengatur lalulintas.
Selain itu aksi yang digelar oleh puluhan petani tembakau tersebut tidak pula luput dari pengamanan aparat kepolisian yang menerjunkkan puluhan personilnya yaitu dari Samapta Polda, Polres Mataram dan Brimob,bahkan di lokasi aksi terlihat pula sebuah kendaraan water cannon.
Beranjak dari depan kantor Gubernur para pengunjukrasa itu dengan menggunakan kendaraan roda dua langsung melanjutkan aksinya di depan kantor PT Migas Mitra Tani yang terletak di jalan Sriwijaya. Tak ayal banyaknya sepeda motor menyebabkan jalan tersebut macet.
Ternyata di tempat tersebut telah berkumpul pula puluhan petani tembakau lainnya yang sedang menunggu panggilan untuk memasukkan kartu kontrol sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan minyak tanah.
Terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh para petani tersebut, Direktur PT Migas Mitra Tani , Drs I Ketut Bagiadha mengatakan, pendistribusian minyak tanah omprongan kepada petani tembakau sudah ada pengaturannya.
”Skenario pendistribusian untuk satu bulan sudah diatur dan yang jelas stok minyak tanah omprongan mencukupi,” paparnya saat ditemui di kantornya.
Menurutnya, harga minyak tanah yang dijual terhadap petani sudah sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu sesuai dengan HET sebesar Rp2.934,23 per liter.
”Kami tidak bertanggungjawab jika ada yang menjual diatas harga tersebut kepada petani,”terangnya.
Sedangkan jumlah oven tembakau di pulau Lombok yaitu sekitar 15.750 buah dan sekitar 40 persen dari jumlah tersebut kini sudah beralih dengan menggunakan bahan bakar lainnya untuk melakukan pengovenan.
Dari jumlah oven yang dimiliki oleh petani tersebut, maka pada tahun 2009 sembilan ini pemerintah hanya menyiapkan sekitar 30.000 kilo liter minyak tanah omprongan, namun jika dibandingkan pada tahun 2008 lalu disediakan sekitar 34.800 kilo liter.
Sementara itu, Sales Regional (SR) Pertamina Ampenan, Aribowo meminta masyarakat yang sudah konversi agar tidak lagi beralih menggunakan minyak tanah omprongan.
”Persedian minyak tanah omprongan untuk petani tembakau stoknya ada dan mencukupi sesuai dengan kuota yaitu 30 ribu kilo liter dan akan disalurkan sesuai dengan aturannya,” terang Aribowo. Sedangkan langkah untuk menghindari terjadinya kekurangan minyak tanah omprongan pihaknya bersama dengan pemerintah daerah sedang berusaha dan melakukan review agar ada penambahan kuota.()

Iklan



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s


  • KATEGORI


%d blogger menyukai ini: