Puluhan Desa Terancam Krisis Air Bersih
Awal musim kemarau ini menyebabkan sedikitnya 35 desa di enam Kecamatan yang terletak di bagian pesisir selatan pulau Lombok mengalami krisis air bersih sejak pertengahan Juni lalu.
MATARAM – Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Bachrudin Ssos mengatakan, 35 desa tersebut umumnya terletak di wilayah pesisir pantai sepanjang selatan pulau Lombok, yang secara administratif masuk ke wilayah Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut di Kabupaten Lombok Tengah, dan Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat.
Meski wilayah penyebaran krisis air mulai meluas, pihak Dinas Sosdukcapil NTB hingga saat ini baru bisa mendirikan sebuah posko bantuan air bersih untuk masyarakat di Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
“Kami kekurangan armada, hanya punya tiga mobil tangki yang saat ini dikerahkan semua untuk posko air bersih di Desa Pemongkong ini,” katanya, Sabtu (11/7) saat meninjau posko air bersih di Desa Pemongkong.
Posko bantuan air bersih untuk masyarakat didirikan di kantor Desa Pemongkong sejak awal Juli lalu. Tiga unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter menyuplai air bersih ke 27 lokasi krisis air di Desa tersebut, yang penyalrannya juga melibatkan anggota taruna tanggap bencana (Tagana) desa tersebut, selain petugas dinas sosial.
Menurut Kepala Desa Pemongkong, Lalu Maskan Mawali, krisis air bersih selalu melanda desa itu setiap musim kemarau. Meski sumur warga tidak kering, namun airnya menjadi asin setiap musim kemarau.
“Tahun ini sudah sejak pertengahan Juni kemarin,” katanya.
Menurutnya, tahun lalu ada bantuan dua unit alat penyuling air dari Departemen Kesehatan RI. Namun alat tersebut hanya mampu memproduksi 15 liter air bersih dalam dua jam, selain itu biaya operasioanalnya pun tinggi karena menggunakan bahan bakar bensin.
Desa Pemongkong berpenduduk sekitar 8 ribu Kepala Keluarga terdiri dari 19.800 jiwa tersebar di 20 dusun dengan lebih dari 45 repuk yang letaknya berjauhan. Akses jalan antar dusun dan repuk pun masih berupa jalan tanah yang dipadatkan. Hal ini membuat tingkat kesulitan suplai air bersih ke wilayah itu semakin tinggi.
Pantauan Koran BERITA di dusun Kali Antan, salah satu dusun krisis air di Pemongkong,  Sabtu (11/7), ratusan warga langsung mengerubuti mobil tangki air bersih bantuan yang datang. Mereka beramai-ramai membawa ember dan gentong plastik. Air bersih yang ditampung di bak penampungan hasil swadaya masyarakat, kemudian dibagi-bagikan oleh petugas dinas sosial dibantu Tagana. Tiap warga hanya boleh mendapat dua sampai tiga ember air bersih, agar pembagiannya merata.
Meski demikian tetap saja keributan kecil terjadi antar warga yang berdesakan ingin segera mendapatkan jatah air bersihnya.
“Susah sekali air di sini, sudah hampir sebulan ini. Kalau tidak ada bantuan kami harus beli Rp2.500-Rp3 ribu untuk 20 liter. Tapi itu juga sulit kalau tidak punya uang,” kata Nur Aini (34), ibu rumah tangga warga Kali Antan yang ikut antri.
Menurutnya, bantuan air dinas sosial itu kali kedua setelah sepekan sebelumnya. Dua ember air bersih gratis  bantuan dinas sosial itu hanya cukup untuk keperluan minum dan masak selama dua hari bagi keluarganya dengan empat orang anak.
Seperti Nur Aini, jika tak ada bantuan pemerintah, warga di Desa Pemongkong hanya bisa mendapat air bersih dengan membeli di pedagang dari desa lain yang datang.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tahun ini membangun dan membenahi sarana saluran PDAM menuju desa Pemongkong, namun baru bisa menjangkau empat dusun saja.
“Letak geografisnya menyulitkan, kami baru mampu membenahi 63 Km pipa menuju desa itu,” kata Camat Jerowaru, M Juaini Taufik.
Menurutnya, sebuah mobil tangki milik Kecamatan juga disediakan untuk membantu. Tapi masyarakat diminta mengganti biaya operasionalnya sebesar Rp150 ribu untuk setiap pengiriman 5.000 liter air.
“Kalau beli diluar kan harganya Rp250 ribu pertangki. Tapi di Kecamatan masyarakat hanya diminta mengganti ongkos operasionalnya saja,” katanya.
Krisis air bersih di wilayah selatan pulau Lombok memang belum mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di sana. Sebab, sebagian besar wilayah itu saat ini ditanami tembakau yang tahan di lahan kering. Namun, untuk kebutuhan minum dan memasak masyarakat sudah sangat mendesak.
Di Desa Bile Lando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, masyarakat harus berjalan kaki 3 sampai 5 Km untuk mendapat air bersih di desa Kidang, tetangga Bile Lando.
“Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, masyarakat masih bisa pakai air sumur walaupun asin. Tapi untuk minum dan masak harus ambil dari desa lain atau membeli,” kata Kepala Desa Bile Lando, H Bagiana.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa alat penyuling air agar air sumur yang asin dapat disaring dan dimanfaatkan warga.
Menurut Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah, HL Agus Anshory, krisis air saat ini sudah melanda 33 desa di empat Kecamatan di wilayahnya, meliputi Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Timur, dan Pujut.
“Memang sudah ada saluran PDAM, tetapi airnya tidak lancar,” katanya. Sayangnya, meski krisis ini terjadi setiap tahun, Dinas Sosial setempat nampak tidak bersiaga dan mengantisipasi. Bahkan hingga kini belum memiliki mobil tangki

Krisis Air BersihMusim kemarau menyebabkan sedikitnya 35 desa di enam Kecamatan yang terletak di bagian pesisir selatan pulau Lombok mengalami krisis air bersih sejak pertengahan Juni lalu.   Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil NTB, Bachrudin Ssos mengatakan, 35 desa tersebut umumnya terletak di wilayah pesisir pantai sepanjang selatan pulau Lombok, yang secara administratif masuk ke wilayah Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Praya, Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut di Kabupaten Lombok Tengah, dan Kecamatan Sekotong di Kabupaten Lombok Barat. Lanjut Baca »

Seorang pria yang berprofesi sales atau tenaga pemasaran nekad melakukan percobaan bunuh diri dengan menenggak racun serangga. HS, pria berusia 40 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai sales, Jumat (10/7) nekad menenggak racun serangga di kamar kos-kosannya di jalan Nurwisan No 22 Cakranegara, Kota Mataram.

Lanjut Baca »

Puluhan petani tembakau berunjukrasa di Kantor Gubernur NTB menuntut pemerintah mencari solusi kekurangan minyak tanah omprongan tembakau. Aksi puluhan petani tembakau Senin (6/7) ingin bertatap muka dengan Gubernur NTB untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan minyak tanah omprongan. Lanjut Baca »

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan program Visit Lombok Sumbawa 2012, Senin (6/7) di Senggigi, Lombok Barat. Program tersebut diluncurkan untuk menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu destinasi andalan untuk sektor pariwisata Nasional, selain Bali. Lanjut Baca »


  • KATEGORI


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.